INTERNAL AUDITING - Assurance & Advisory Services
Apa yang anda pikirkan Ketika mendengar tentang “Audit Internal” ? bagi sebagian orang, hal itu dapat menimbulkan pikiran negatif. Sebagai contoh banyak orang telah lama berpandangan bahwa audit secara umum hanyalah hal yang membosankan cabang akuntansi. Bagi orang lain, audit internal menyampaikan hal yang lebih negatif lagi konotasi, satu-satunya hal yang auditor lakukan adalah memeriksa pekerjaan orang lain dan melaporkan kesalahan yang mereka buat, seperti fungsi polisi.
Faktanya adalah bahwa audit internal secara luas dipandang sebagai prestisius, high-proile profesi, yang statusnya tidak pernah lebih tinggi dari sekarang. Permintaan untuk individu berbakat di semua tingkat audit internal jauh melebihi pasokan. Kepala eksekutif audit (CAE) perusahaan publik biasanya melapor langsung ke komite audit dewan direksi dan dipandang sebagai rekan di antara senior eksekutif manajemen. Atau bisa kita Tarik kesimpulan :
Audit internal merupakan aktivitas asurrance dan consulting yang indepeden dan objektif untuk menambah nilai tambah dan meningkatkan kemampuan organisasi. Audit internal membantu organisasi mencapai tujuannya dengan menerapkan kedisiplinan dan proses yang sistematis sehingga mampu meingkatkan keefektifan manajemen resiko, kendali dan proses tatakelola.
Dalam Audit internal terdapat tiga value prososition yang saling berkaitan satu sama lain dan menjadi bagian dari tubuh dalam proses audit internal yang tidak terpisahkan, diantara lain :

Assurance untuk menghasilkan tata kelola dan pengendalian.dalam kegiatan audit internal assurance dilakukan untuk menghasilkan tata kelola organisasi, manajemen risiko, dan pengendalian proses untuk membantu organisasi mencapai tujuan berupa strategi, operasional, dan finansial
Insight untuk menghasilkan katalisator, analisis, dan pengukuran. Proses audit internal merupakan katalisator untuk meningkatkan keefektiditasan dan efisiensi organisasi dengan menyediakan pengetahuan dan rekomendasi berdasarkan dari analisis dan pengukuran dan dan proses bisnis
Objectivity untuk menghasilkan integritas, akuntabilitas dan independensi. Dalam proses audit internal diperlukan komitmen untuk menjaga integritas dan akuntabilitas dalam setiap proses tata kelola
Definisi audit internal berdasarkan tujuan dasarnya dapat diuraikan dalam beberapa poin penting diantara lain :
1. Membantu organisasi dalam mencapai tujuannya. Tujuan organisasi mendefinisikan apa yang diinginkan oleh organisasi untuk tercapai. Tujuan organisasi tercermin dari visi dan misi. Misi merupakan sebuah pernyataan yang menyatakan apa yang ingin dicapai oleh organisisasi saat ini, sementara Visi menyatakan apa yang ingin dicapai organisasi pada masa yang akan datang. tujuan organisasi secara umum dapat dikategorikan sebagai berikut :
- Tujuan strategis, merupakan
- Tujuan operasional
- Tujuan pelaporan
- Tujuan pemenuhan
2. Mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas dari manajemen risiko, pengendalian dan proses tata kelola
Organisasi tidak dapat mencapai tujuan dan kebehasilannya tanpa manajemen risiko, pengendalian dan tata kelola yang efektif. oleh karennanya dibutuhkan kemampuan dalam memahami manajemen risiko, . manajemen risiko berkaitan erat dengan proses tata kelola dimana prosesnya dilakukan oleh manajemen organisasi untuk memahami ketidakpastian (risiko dan peluang) yang dapat mempengaruhi organisasi dalam mencapai tujuannya. risiko dapat berupa negatif (ancaman) atau positive (peluang).
3. Assurance dan Consulting dirancang untuk memberi nilai tambah dan meningkatkan operasional dalam organisasi. dalam proses audit, assurance dan Consulting berbeda dalam tiga hal yaitu : tujuan dalam melakukan proses audit, penentuan sifat dan ruang lingkup audit, serta jumlah pihak lainnya yang terlibat dalam proses audit. Tujuan utama dalam layanan internal assuarance adalah untuk menemukan barang bukti yang berkaitan dengan subjek audit. Sementara tujuan utama dalam layanan internal consulting adalah untuk menyediakan saran dan pendampinga, umumnya merupakan permintaan yang spesifik dari pihak yang menggunakan jasa audit (customer).
4. Independensi dan Objektivitas, dalam kode etik yang dibuat oleh IIA dan satadar internaional untuk auditor internal objektivitas mengacu pada sikap mental pada setiap individu internl audit dimana setiap individu harus bersikap netral dan bebas dari segala pengaruh dan kepentingan pihak pihak yang terlibat (independensi). dalam praktek audit, auditor harus mampu memiliki kemampuan untuk tidak memihak dan tidak memberi penilaian yang bermakna ganda. untuk memastikan objektivitas, auditor internal tidak boleh melibatkan diinya dalam day to day operation, membuat keputusan management, ataupun melibatkan dirinya kedalam situasi yang berpotensi mengakibakan konflik kepentingan
Pendekatan yang sistematis dan disiplin
Dalam rangka memberika nilai tambah dan ntuk meningkatkan operasi, internal assurance dan konsultansi harus dilaksanakan secara sistematis dan disiplin. Terdapat tiga fase fundamental dalam pekerjaan audit, yaitu perencanaan pekerjaan, pelaksanaan pekerjaan dan mengkomunikasikan hasil pekerjaan. Perencanaan pekerjaan tersebut meliputi beberapa aktivitas, yaitu:
- Pemahaman atas auditee dan pelanggan
- Setting tujuan pekerjaan
- Menentukan bukti yang diperlukan
- Memutuskan sifat, waktu dan luas tes audit
Pelaksanaan pekerjaan meliputi prosedur audit spesifik, misalnya melaksanakan penyelidikan, observasi atas kegiatan operasi dan inspeksi dokumen. Mengkomunikasikan hasil audit merupakan komponen kritis dari seluruh pekerjaan internal assurance dan kolsultansi. Komunikasi atas hasil pekerjaan harus akurat, objektif, clear, singkat, membangun, lengkap dan tepat waktu.
Sifat dan lingkup internal audit modern
Secara umum tujuan dari internal audit adalah mencapai tujuan organisasi. Alhasil, target dari internal audit harus termasuk di dalamnya:
- Operasi yang efektif dan efisien atas bisnis proses
- Reliabilitas atas sistem informasi dan kualitas atas pengambilan keputusan
- Perlindungan asset dari kerugian termasuk kerugian dari kecurangan manajemen dan pegawai
- Kepatuhan terhadap organization policies, kontrak, peraturan dan regulasi
Internal auditor harus melaksanakan berbagai macam prosedur untuk melakukan tes atas kecukupan desain dan efektifitas operasi, manajemen risiko dan proses kontrol dengan melakukan prosedur sebagai berikut:
- Penyelidikan/bertanya kepada manajer dan pegawai
- Observasi atas aktivitas perusahaan
- Inspeksi atas sumber daya dan dokumen
- Reperforming atas aktivitas kontrol
- Melaksanakan analisis trend an rasio
- Melaksanakan teknik audit berbasis komputer
- Mencari informasi dari pihak ketiga yang lebih independen
- Melaksanakan tes atas transaksi
Itulah sedikit gambaran tentang “Internal Audit”. Semoga bermanfaat :)
Komentar
Posting Komentar